Constarium
← Search

Data · dataset · 2018

Uji Kecepatan Tumbuh Blustru (Luffa Aegyptiaca) Pada Berbagai Perlakuan Biji Sebagai Dasar Perbanyakan Untuk Menunjang Program Diversifikasi Pangan

Listed in RIN Data Repository

<p> Blustru, sponge gourd (Luffa aegyptiaca) termasuk dalam family Cucurbitaceae mempunyai prospek untuk menunjang program diversifikasi pangan apabila dapat dikembangkan dan dimasyarakatkan pemanfaatannya.

Description

Selain sebagai sayuran, tumbuhan ini juga berguna sebagai obat dan bahan baku industri. Namun sampai saat ini blustru kurang dikenal bahkan dilupakan oleh masyarakat.

Begitu juga belum banyak data-data penelitian dasar yang dapat dipakai sebagai acuan dalam penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu pada kesempatan ini dicoba dilakukan penelitian tentang ‘uji kecepatan tumbuh blustru (Luffa aegyptiaca) pada berbagai perlakuan biji’. Penelitian bertujuan untuk mencari perlakuan yang sesuai agar benih cepat berkecambah, yang nantinya dipakai sebagai dasar untuk perbanyakan bibit untuk pengembangan budidaya blustru.

Read the rest (4 more)

Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu kontrol, perendaman biji dengan air panas 80 ⁰C selama 5 menit, biji digunting, dan biji diampelas. Masing-masing perlakuan dengan 5 ulangan, dan setiap ulangan terdiri 10 biji. Setelah biji diberi perlakuan kemudian dikecambahkan dalam petridis yang dialasi kertas tisu, untuk menjaga kelembaban tiap hari dibasahi, kemudian diamati persen perkecambahannya.

Untuk melihat vigor kecambah blustru, dilanjutkan dengan menanam bibit dalam polibag di rumah kaca, selama 1 bulan. Kemudian diamati tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman dan berat basah akarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air biji berkisar antara 7,38-7,60 persen.

Perlakuan biji dapat mempengaruhi kecepatan berkecambah biji blustru. Pengguntingan ujung biji menyebabkan awal berkecambah paling cepat yaitu dalam 2 hari biji sudah berkecambah, berikutnya perlakuan ampelas pada ujung biji 2,4 hari berkecambah dan perendaman air panas 3,8 hari, sedangkan tanpa perlakuan biji (kontrol) pada hari ke 18 biji baru mulai berkecambah. Perlakuan gunting dan ampelas menyebabkan biji dapat serentak berkecambah, dengan masa akhir berkecambahnya 5,4-8 hari, 50 persen biji berkecambah pada hari ke 3,2-4,5; persen berkecambahnya tinggi (78-96 persen) dan sedikit biji yang mati/busuk (4-22 persen), bila dibandingkan dengan kontrol (hanya 16 persen berkecambah).

Namun tidak berpengaruh nyata pada parameter vigor semai setelah ditanam dalam pot. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi penelitian dasar perbanyakan blustru untuk dikembangkan dimasyarakat. <p> </p> Prosiding Seminar Perhorti, Bogor 9-10 Oktober 2013. P: 559-565 <p> </p>

Links

Where it is published

Catalogue records · 1

Topics

Provenance · 1 source records, 6 field assertions
SourceKeyLast seenRaw
RIN Data Repositoryhdl:20.500.12690/RIN/1CQEFK7 d agoJSON v1
FieldAssertionExtractorEvidence
concepts[field].local:field:earth-environmentalmapping · rin brin go idconnector:rin_brin_go_id@1.0.0
concepts[field].local:field:life-sciencesmapping · rin brin go idconnector:rin_brin_go_id@1.0.0
concepts[field].local:field:medicine-healthmapping · rin brin go idconnector:rin_brin_go_id@1.0.0
descriptionsource · rin brin go idconnector:rin_brin_go_id@1.0.0/metadata/dc/description
publication_datesource · rin brin go idconnector:rin_brin_go_id@1.0.0
titlesource · rin brin go idconnector:rin_brin_go_id@1.0.0/metadata/dc/title